Pendidikan Kristen di Indonesia memiliki akar yang sangat dalam, sejak abad ke-16 ketika para misionaris pertama datang ke Nusantara. Mereka tidak hanya memberitakan Injil, tetapi juga mendirikan sekolah-sekolah sebagai wujud pelayanan holistik—menggabungkan iman, ilmu, dan karakter.
Pada tanggal 18–20 November 1950, dalam suasana pasca-kemerdekaan yang penuh semangat membangun bangsa, para pemimpin gereja dan pendidik Kristen dari seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta. Dari pertemuan bersejarah itu, lahir Majelis Pendidikan Kristen (MPK) sebagai wadah persekutuan, pelayanan, dan pembinaan bagi sekolah-sekolah Kristen di seluruh Indonesia.
Selama lebih dari 70 tahun, MPK terus setia menjadi mitra pemerintah dan gereja dalam membangun pendidikan yang beriman, berilmu, dan berakhlak—mewujudkan visi “Mendidik bagi Negeri, Mencerdaskan Kehidupan Anak Bangsa, Menghadirkan Shalom Allah di Indonesia.”