Pelatihan yang diinisiasi oleh Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumatera Utara–Aceh ini diikuti oleh 22 peserta dari 14 lembaga pendidikan Kristen. Para peserta berasal dari berbagai sekolah, antara lain Kalam Kudus Medan, Sekolah Nasrani Medan, Immanuel Medan, Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI), Sekolah Masehi GBKP, YP GKPS Menteng, YP GKPS Siantar, SMK GKPI Siantar, Kalam Kudus Siantar, YP HKI, PKMI Sidikalang, YP St. Nahanson Parapat, serta YP Bintang Terang Belawan.
Pada upacara pembukaan, hadir jajaran pengurus MPKW Sumut–Aceh, yaitu Ketua Dr. RE Nainggolan, MM, Sekretaris Drs. Edward Sitorus, M.Pd, Wakil Sekretaris Kasman Sembiring, Ketua Komisi C Ir. Bonar Sirait, Ph.D, Ir. Parapat Gultom, Ph.D, serta Jadi Pane.
Dalam sambutannya, Ketua MPKW Sumut–Aceh, Dr. RE Nainggolan, menekankan pentingnya komitmen penuh dari seluruh peserta selama pelatihan berlangsung. “Sesi pertama hingga sesi terakhir harus diikuti secara penuh. Ketekunan dan kesungguhan adalah kunci keberhasilan,” ujarnya.
Pelatihan dipandu oleh dua narasumber nasional dari Majelis Pendidikan Kristen Indonesia, yaitu Ibu Wulan dan Ibu Nathasa, yang merupakan pelatih nasional yang ditunjuk langsung oleh Ketua MPK Indonesia, Handi Irawan D., MBA., M.Com. Selama tiga hari kegiatan, para peserta dibekali berbagai metode pembelajaran yang berorientasi pada transformasi karakter dan nilai-nilai Kristiani dalam proses mengajar.
Di akhir pelatihan, 21 peserta dinyatakan lulus dan resmi menyandang status trainer daerah, sementara satu peserta dari GKPS Namorambe dinyatakan tidak lulus karena tidak mengikuti seluruh rangkaian sesi.
Pada acara penutupan, Dr. RE Nainggolan menyampaikan apresiasi mendalam kepada kedua narasumber yang telah memimpin pelatihan sejak pagi hingga petang selama tiga hari. Sebagai ungkapan terima kasih, beliau menyerahkan ulos Batak dan bingkisan khas Medan kepada para narasumber.
Seluruh peserta yang dinyatakan lulus mengikrarkan komitmen untuk meneruskan semangat pelatihan ini dengan memberikan pelatihan lanjutan kepada para guru di sekolah masing-masing. Dengan demikian, semangat Teaching for Transformation diharapkan terus berkembang dan membawa dampak luas bagi peningkatan mutu pendidikan Kristen di Sumatera Utara dan Aceh.